Idea rupa
Catatan visual dan visualisasi catatan
Minggu, 04 Maret 2012
Selasa, 15 Maret 2011
Matinya Bahasa Indonesia
Suatu hari saya iseng-iseng mendengar radio daerah lewat fasilitas streaming sekaligus untuk bernostalgia. Namun ada yang mengusik perasaan dan telinga saya ketika si penyiar berceloteh dengan gaya bicara dengan dialek Jakarta yang fasih. Lalu ketika si pendengar menelpon si penyiarnya pun juga berbicara dengan dialek Jakarta pula. "ok,helo pemirsa gimana kabarnya hari ini? ok deh"...cupu deh, iya dong... dan lain-lain. Bahkan di lain kesempatan saya sering memperhatikan dialog-dialog pada suatu acara formal seperti pada sebuah rapat resmi, di forum tersebut bahasa Indonesia tidak lagi digunakan dengan baik, justeru bahasa Indonesia dialek Jakarta lah yang sering dipakai, misalnya...."jadi seperti temen-temen tau, acara ini bisa aja diformalin"...dan lebih parahnya lagi mahasiswa kebanyakan sudah tidak bisa membuat kalimat sesuai aturan bahasa yang baik dan benar. Bahkan banyak pula kata-kata yang dipakai tidak sesuai arti sebenarnya, misal kata "acuh" itu artinya perhatian, tapi justru dipakai dengan makna sebaliknya. Mungkin orang pun sudah menganggap bahasa gaul dengan dialek jakarta pun dianggap sebagai bahasa Indonesia. Hal itu ditandai dengan makin banyaknya anak muda di daerah mana pun yang bangga menggunakan bahasa , elu, gue,bokap, nyokap...bahasa Indonesia akhirnya akan makin ditinggalkan...sesuatu yang juga turut berperan dalam tenggelamnya bahasa Indonesia adalah sinetron dan acara-acara di televisi kita. Dialog di sinetron selalu menggunakan bahasa gaul gaya Jakarta,dan karena disiarkan secara nasional maka jadilah bahasa persatuan kita digantikan dengan bahasa gaul ala Jakarta...capek deeh! lambat laun nantinya banyak anak muda yang meninggalkan bahasa Indonesia dan tak merasa bangga dengan bahasa Indonesia.
Jumat, 31 Juli 2009
Senin, 04 Mei 2009
Minggu, 29 Maret 2009
Jumat, 02 Januari 2009
SELAMAT TAHUN BARU 2009
Resolusi 2009 :
1. Fokus pada karya dan lebih profesional, nyemplung kepalang basah, full time artist
2. Mempunyai mitra kerja dalam kerja sebagai full time artist
3. Pameran akbar bulan April, sebagai ajang pembuktian totalitas
1. Fokus pada karya dan lebih profesional, nyemplung kepalang basah, full time artist
2. Mempunyai mitra kerja dalam kerja sebagai full time artist
3. Pameran akbar bulan April, sebagai ajang pembuktian totalitas
Langganan:
Entri (Atom)


